Tips Agar Terhindar Dari Keputihan Abnormal

Pada dasarnya keputihan abnormal bisa dihindari dengan selalu menjaga kesehatan. Jadi selain menggunakan obat keputihan alami seperti dijelaskan di atas, anda juga seharusnya melakukan berbagai upaya agar terhindar dari gangguan ini.

Berikut ini beberapa tips cara mencegah infeksi vagina yang dapat menyebabkan munculnya keputihan abnormal.

Obat Keputihan

  1. Jaga selalu kebersihan vagina dengan rajin mencucinya secara teratur menggunakan sabun khusus dan air hangat.
  2. Jangan menggunakan sabun wangi dan produk feminin atau douche untuk membersihkan vagina.
  3. Setiap buang air kecil, selalu bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke vagina dan menyebabkan infeksi.
  4. Jangan bertukar handuk dengan orang lain.
  5. Kenakan celana katun 100{8fb032fef8e8399de1ec6d2ce68a1b55f67f5dd15add348fb2882844b9e1844f}, dan hindari pakaian yang terlalu ketat.
  6. Gunakan pembalut yang baik dan gantilah sesering mungkin, jangan tunggu sampai pembalut penuh.
  7. Hindari stres karena tekanan pada jiwa yang berlebih akan menyebabkan keputihan pada wanita.
  8. Banyak minum air putih dapat menetralkan kondisi asam basa area kewanitaan.
  9. Rajin mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memperkuat daya tahan tubuh dan membunuh bakteri dari dalam.

Terlalu sering membersihkan vagina juga menyebabkan keputihan abnormal apalagi jika bahan yang digunakan berupa antiseptik yang dapat membunuh bakteri di vagina.

Seperti diketahui, di dalam ekosistem vagina terdapat bakteri-bakteri baik yang menjadi benteng bagi tubuh dari jamur atau bakteri jahat. Bakteri baik tersebut ikut terbunuh oleh antiseptik yang digunakan.

Semua wanita sejak kecil sudah harus menjaga kebersihan vaginanya untuk menghindari terjadinya infeksi bakteri yang menjadi penyebab munculnya keputihan abnormal.

Mencegah tentu saja lebih baik dari mengobati meskipun saat ini telah banyak obat keputihan alami yang sangat ampuh mengatasi keputihan tanpa efek samping.

Sebagai kesimpulan, berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan sehubungan dengan keputihan:

  • Keputihan adalah normal pada semua wanita kecuali telah menjadi keputihan abnormal yang berarti terjadi infeksi.
  • Agar terhindar dari keputihan abnormal, anda perlu menjaga kebersihan area kewanitaan mulai dari sekarang.
  • Gunakan ramuan tradisional untuk menyembuhkan keputihan. Kelemahannya adalah hasilnya tidak instan dan butuh kesabaran dalam mengolah bahan-bahannya.
  • Sebagai alternatif, anda bisa memilih salah satu obat herbal keputihan alami yang terdaftar di BPOM, salah satu contohnya adalah ladyfem.

Demikian informasi singkat jenis-jenis obat tradisional dan obat herbal untuk menyembuhkan keputihan secara alami pada wanita. Anda bisa mengolahnya sendiri menggunakan tanaman tradisional atau jika ingin hasil yang instan dan tidak perlu capai membuat sendiri ramuannya, anda bisa minum obat herbal Majakani Kanza, semoga artikel ini bermanfaat.

Kenali Tanda-Tanda Keputihan Yang Berbahaya

Keputihan sebenarnya wajar terjadi pada setiap wanita, terutama yang sudah memasuki usia subur. Namun, jika berubah warna dan berbau tidak sedap, segera tangani keputihan yang berbahaya tersebut secepatnya.

Cairan yang berasal dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Keputihan berfungsi membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam tubuh. Tujuannya untuk membantu mencegah infeksi pada vagina dan menjaganya tetap bersih.

Kenali Tanda-tanda Keputihan yang Berbahaya - alodokter

Keputihan Normal

Bagi wanita yang belum memasuki masa menopause, keluarnya lendir keputihan berwarna bening dan tidak berbau sekitar setengah sampai satu sendok teh (2-5 ml) setiap hari adalah hal yang normal. Namun, jumlah dan kentalnya keputihan pada setiap wanita bisa bervariasi. Keputihan biasanya akan lebih kental di waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat ovulasi, selama menyusui, ketika gairah seksual muncul, semasa hamil, ketika menggunakan alat kontrasepsi, atau sepekan sebelum menstruasi.

Keputihan Tidak Normal

Kebiasaan membersihkan vagina dengan menggunakan produk pembersih kemaluan berpewangi atau mengandung antiseptik bisa membuat keputihan menjadi tidak normal. Begitu pula akibatnya jika suka menggunakan pantyliners setiap hari, memakai pakaian luar atau dalam yang ketat, dan menggunakan produk mandi beraroma. Namun keputihan yang tidak normal, bahkan berbahaya, juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki penyakit tertentu. Mulai dari infeksi jamur hingga kanker serviks.

Anda bisa mengenali penyakit yang mungkin sedang diderita dari tanda-tanda keputihan yang berbahaya berikut ini:

  • Vaginosis bakteri, yaitu infeksi ringan pada vagina yang disebabkan oleh bakteri yang merugikan (patogen). Penyakit ini bisa membuat keputihan berubah warna menjadi putih, abu-abu, atau kuning yang disertai dengan bau amis, gatal atau perih, kemerahan, dan pembengkakan pada vagina, atau vulva.
  • Infeksi jamur. Ciri-cirinya, keputihan kental berwarna putih disertai dengan rasa gatal, bengkak, dan rasa sakit di sekitar vulva. Selain itu, ketika berhubungan seksual vagina akan terasa sakit.
  • Penumpahan lapisan rahim setelah melahirkan (lokia). Kondisi ini membuat keputihan berubah warna menjadi merah muda.
  • Trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh organisme kecil bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini membuat keputihan menjadi berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap. Trikomoniasis juga membuat vagina menjadi gatal dan nyeri saat buang air kecil.
  • Penyakit seksual menular ini menimbulkan keputihan berwarna kuning atau keruh yang disertai nyeri panggul, perdarahan diluar siklus haid, dan keluarnya urine tanpa disadari.
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan kanker serviks dan kanker endometrium. Tiga kondisi tersebut menyebabkan keputihan berwarna cokelat atau merah yang disertai nyeri panggul dan perdarahan pada vagina.

Membersihkan Vagina dengan Benar

Karena keputihan adalah cara tubuh untuk melindungi vagina dan sekitarnya, membersihkan vagina dengan bantuan antiseptik atau pewangi (douching) pun dirasa tidak perlu. Cukup gunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung bahan-bahan keras menyebab iritasi kulit. Antiseptik atau pewangi justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur alami pada vagina hingga menyebabkan ruam. Selain itu, bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke daerah vagina.

Jika Anda sedang mengalami tanda-tanda keputihan yang berbahaya seperti di atas, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat.

sumber: http://www.alodokter.com/kenali-tanda-tanda-keputihan-yang-berbahaya

Keputihan Berwarna Hijau Gejala Trikomoniasis

Keputihan merupakan kondisi medis yang normal jika tidak berbau tajam, berwarna jernih, dan tidak menyebabkan nyeri.  Namun jika keputihan Anda berwarna hijau, bisa jadi ini adalah pertanda penyakit menular seksual.

Keputihan yang menjadi berwarna hijau adalah salah satu gejala penyakit menular seksual yang disebut trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Trikomonas vaginalis. Penyakit ini dapat tertular dari penis ke vagina atau dari vagina ke vagina, namun umumnya tidak menginfeksi anus atau mulut.

Keputihan berwarna hijauh-alodokter

Anda patut curiga mengidap trikomoniasis bila terdapat keputihan berwarna hijau atau hijau kekuningan disertai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Keputihan menjadi berbusa.
  • Berbau amis yang menyengat.
  • Nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual.
  • Iritasi dan gatal pada organ kewanitaan.

Gejala ini umumnya akan muncul pada hari kelima hingga ke-28 setelah terinfeksi. Walau demikian, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi parasit ini sehingga tidak melakukan perawatan apa pun. Penelitian menemukan bahwa dari total kasus trikomoniasis, hanya 30 persen yang merasakan suatu gejala. Namun nyatanya meski tanpa gejala, pengidap dapat tetap menyebarkan infeksi tersebut.

Untuk mendiagnosis keputihan berwarna hijau ini, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul atau pemeriksaan sampel cairan vagina untuk mendeteksi parasit. Kondisi ini dapat ditangani dengan konsumsi antibiotik yang diresepkan dokter.

Risiko Komplikasi

Keputihan berwarna hijau harus segera diperiksakan, terutama jika pengidapnya sedang hamil. Jika memang kondisi ini adalah gejala trikomoniasis, maka bayi Anda berisiko lahir prematur dan memiliki berat badan rendah. Kalau tidak segera ditangani, trikomoniasis dapat menyebabkan perubahan pada jaringan leher rahim, biasanya terdeteksi saat pap smear.

Seperti penyakit menular seksual lainnya, penggunaan kondom saat berhubungan seksual penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Namun, kondom tidak sepenuhnya dapat mencegah penularan karena parasit  tetap dapat tersebar ke area sekitar. Oleh karenanya, penting untuk membicarakan riwayat penyakit menular seksual kepada pasangan sebelum melakukan hubungan seksual.

Berikut langkah-langkah pencegahan yang juga dapat dilakukan.

  • Kenakan celana dalam dari bahan katun yang dapat mengurangi kelembapan dan mencegah tumbuhnya bakteri.
  • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
  • Konsumsi cukup air mineral untuk mengeluarkan racun dan bakteri keluar dari tubuh.
  • Buang air kecil secara teratur.
  • Konsumsi karbohidrat kompleks dan biji-bijian utuh untuk mencegah terbentuknya lingkungan yang mendukun bakteri untuk berkembang.
  • Hindari penggunaan pembalut, tisu, dan sabun beraroma kuat untuk merawat kebersihan vagina.
  • Hindari mengenakan celana ketat, terutama yang berbahan nilon.

Hindari menggunakan penyemprot atau pewangi vagina karena justru berisiko menutup sistem sirkulasi menuju vagina sehingga memicu komplikasi serius.

Meski dapat disembuhkan, namun pengidapnya dapat terinfeksi kembali jika berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi parasit yang sama. Jika Anda atau pasangan menderita trikomoniasis, satu-satunya cara agar tidak terjadi penularan adalah berhenti berhubungan seksual sementara waktu hingga sembuh. Pemakaian kondom akan menurunkan resiko tertular.

sumber: http://www.alodokter.com/keputihan-berwarna-hijau-gejala-trikomoniasis

Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Keputihan merupakan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam leher rahim dan dinding vagina. Lendir ini merupakan cara alami tubuh dalam mencegah infeksi serta menjaga kebersihan vagina. Namun, pada kondisi tertentu bahaya keputihan bisa menghantui jika disertai gejala lainnya.

Keputihan pada umumnya tidak berwarna, sekalipun berwarna, keputihan yang tergolong sehat atau umum terjadi bukanlah keputihan yang berbau busuk dan disertai gejala lain, seperti muncul rasa sakit atau gatal di sekitar vagina.

bahaya keputihan jika disertai gejala lain - alodokter

Rangkaian Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Keputihan yang disertai gejala lain dapat menjadi satu pertanda adanya masalah pada daerah kewanitaan Anda. Cek beberapa gejala di bawah ini:

  • Keputihan Encer Akibat Infeksi Jamur di Vagina Seseorang yang mengalami infeksi jamur di bagian vagina akan menimbulkan gejala seperti keluarnya keputihan encer yang tidak berbau tapi berwarna putih dan tebal. Selain keputihan, penderita juga akan mengalami iritasi dan gatal di bagian vulva (jaringan pada bagian pembukaan vagina). Vagina juga akan terasa seperti perih, terutama di saat berhubungan intim atau saat buang air kecil. Infeksi jamur juga bisa menyebabkan pembengkakan vagina, vagina terasa sakit, muncul ruam, dan kemerahaan di bagian vulva. Infeksi jamur ini meski tidak termasuk ke dalam penyakit menular seksual, tapi penderita bisa menularkan jamur melalui kontak genital atau mulut.
  • Keputihan Berwarna Kuning atau Hijau pada Gonore Wanita pengidap gonore biasanya akan mengalami gejala keputihan berwarna kuning atau hijau, memiliki tekstur encer, sakit di perut bagian bawah, sakit atau terasa perih saat buang air kecil, mengalami perdarahan pasca melakukan hubungan intim, dan darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Gonore sendiri disebabkan oleh bakteri yang disebut gonokokus atau Neisseria gonorrhoeae yang dapat menyerang bagian uretra, leher rahim, tenggorokan, mata, atau rektum. Gonore dapat terjadi pada mereka yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi. Baik seks anal, oral, atau menggunakan alat bantu seks yang tidak steril.
  • Bahaya Keputihan Berwarna Abu-abu pada Bakteri Vaginosis Keputihan berwarna abu-abu, hijau atau putih disertai vagina berbau amis dapat menjadi gejala adanya bakteri vaginosis. Selain itu, seseorang yang terkena bakteri vaginosis juga dapat merasakan perih saat buang air kecil, serta vagina yang terasa gatal. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi karena adanya bakteri alami vagina yang tumbuh secara berlebihan. Masih diperlukan penelitian untuk mengetahui penyebabnya, meski begitu, sering menggunakan cairan pembersih organ intim atau melakukan hubungan intim yang tidak amandianggap cukup berisiko meningkatkan bakteri vaginosis.

Selain beberapa hal di atas, keputihan yang disertai gejala lainnya juga dapat terjadi pada kanker serviks dan trichomoniasis.

Jika Anda mengalami keputihan, cobalah untuk memperhatikan gejala lainnya. Meski keputihan merupakan hal wajar terjadi pada wanita, bahaya keputihan dapat mengintai jika disertai gejala lainnya. Segera konsultasikan kepada dokter agar masalah keputihan berbau dan berwarna dapat cepat teratasi.

sumber: http://www.alodokter.com/bahaya-keputihan-jika-disertai-gejala-lain

Kenapa Bisa Terjadi Keputihan Berwarna Coklat?

Keputihan adalah hal yang wajar untuk dialami oleh perempuan pada segala usia, namun berbeda artinya jika keputihan yang terjadi disertai dengan warna tertentu. Keputihan berwarna coklat, baik coklat muda maupun coklat gelap, bisa menjadi pertanda kepada kondisi tubuh tertentu.

Keputihan memegang peranan penting bagi sistem reproduksi wanita sebagai proses pembuangan cairan yang dihasilkan kelenjar di dalam serviks dan vagina. Cairan ini membawa bakteri dan sel mati yang nantinya dapat mencegah infeksi dan membuat vagina tetap bersih.

kenapa bisa terjadi keputihan berwarna coklat - alodokter

Keputihan berwarna coklat biasanya terjadi pada akhir periode menstruasi atau bisa juga terjadi pada masa kehamilan. Jika keputihan Anda tidak hanya berwarna, tapi juga berbau, disertai gatal, atau gejala lainnya, maka bisa jadi itu merupakan tanda-tanda adanya gangguan kesehatan.

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Keputihan bisa disebabkan oleh tanda ovulasi, awal pada masa kehamilan, mendekati menopause, atau sudah memasuki menopause. Keputihan yang terjadi biasanya berwarna coklat muda hingga coklat tua. Keputihan berwarna coklat pekat juga bisa terjadi jika Anda mengalami pendarahan dinding rahim atau endometrium. Biasanya terjadi sebelum menstruasi dimulai atau diujung siklus menstruasi.

Keputihan berwarna coklat tidak hanya terbatas oleh hal-hal normal di atas karena terdapat beberapa penyebab lainnya, seperti:

  • Pendarahan yang disebabkan implantasi janin. Keputihan bisa disebabkan oleh proses penanaman telur yang telah dibuahi pada dinding rahim. Keputihan ini bisa berwarna merah, merah muda, atau coklat muda, dan merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Keputihan yang tergolong normal ini bisa terjadi selama 10-14 hari setelah pembuahan.
  • Atrofi vaginitis. Kondisi ini terjadi karena kerkurangan hormon estrogen. Pada atrofi vaginitis, vagina memgalami peradangan akibat rusaknya jaringan otot dan produksi cairan lubrikasi yang menurun, Jika Anda mengalami atrofi vaginitis, Anda bisa merasakan sakit pada saat melakukan hubungan intim, vagina terasa kering, perih, dan mengeluarkan keputihan berwarna coklat. Selain berwarna coklat, keputihan yang Anda alami juga bisa berwarna kuning dan memiliki bau busuk.
  • Penyakit menular seksual. Keputihan yang berwarna coklat juga bisa menjadi tanda kepada penyakit menular seksual, seperti gonore, kutil kelamin, klamidia, dan trikomoniasis. Perhatikan gejala lain yang menyertai keputihan Anda seperti rasa perih, gatal, bau, dan ruam.
  • Polip rahim. Polip rahim juga bisa menjadi penyebab kemunculan keputihan berwarna coklat. Tidak hanya keputihan, gejala-gejala lain seperti pendarahan setelah melakukan hubungan intim atau darah menstruasi yang keluar cukup banyak juga bisa muncul jika Anda mengalami polip rahim.
  • Penyakit inflamasi panggul. Inflamasi panggul dapat menyebabkan sakit pada bagian perut bawah, rasa sakit saat berhubungan seksual, dan masalah infertilitas. Bagian tuba falopi, serviks, dan/atau lapisan rahim akan mengalami infeksi. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
  • Kanker serviks. Keputihan berwarna coklat tua bisa menjadi tanda adanya penyakit kanker serviks. Perhatikan tanda-tanda lainnya, seperti berat badan yang turun secara drastis, nafsu makan berkurang, kelelahan yang berlebihan, dan sakit pada bagian pinggul dan tungkai.

Perhatikan tanda-tanda lain yang mungkin dirasakan jika Anda mengalami keputihan berwarna coklat terus menerus. Periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gatal, sakit pada bagian vagina, vagina membengkak, keputihan berbau busuk, dan sakit pada saat berhubungan intim.

Cara Mengobati Keputihan Berwarna Coklat                              

Penanganan keputihan berwarna coklat perlu disesuaikan dengan penyebab dasarnya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi keputihan berwarna coklat.

  • Kanker serviks. Jika keputihan yang dialami disebabkan oleh kanker serviks, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah radiasi, kemoterapi, atau operasi.
  • Penyakit menular seksual. Jika Anda mengalami penyakit menular seksual, maka yang bisa dilakukan adalah dengan mengosumsi antibiotik. Konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter Anda.
  • Polip rahim. Ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip rahim. Pilihan pertama adalah dengan memberikan obat hormonal untuk mengurangi gejala dan mengecilkan polip. Pilihan lainnya adalah dengan melakukan prosedur kuret. Dokter akan mengikis polip tersebut dari dinding rahim. Kemudian melakukan pemeriksaan di laboratorium. Selain itu, Anda juga dapat melakukan prosedur histerektomi, yaitu dengan mengangkat semua polip dan kemudian mengirimnya ke laboratorium guna melakukan pemeriksaan. Polip biasanya tidak bersifat kanker. Namun jika ternyata ditemukan kanker, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan selanjutnya.

Jika keputihan Anda disebabkan oleh kehamilan, menstruasi, menopause atau ovulasi, maka Anda tidak bisa mencegah hal tersebut karena sudah terjadi secara alami. Sedangkan beberapa penyebab lainnya, seperti kanker serviks, penyakit menular seksual, polip rahim, atau penyakit inflamasi panggul perlu diatasi.

Masalah daerah kewanitaan bisa membuat para wanita merasa khawatir. seperti keputihan yang disertai bau busuk atau gejala lainnya. Keputihan berwarna coklat sebenarnya adalah hal yang wajar, namun jika Anda merasa terganggu, segera konsultasikan hal ini kepada dokter.

sumber: http://www.alodokter.com/kenapa-bisa-terjadi-keputihan-berwarna-coklat

Penyebab Keputihan Berwarna Kuning

Keputihan merupakan salah satu kondisi yang banyak dikeluhkan oleh wanita. Keputihan yang mengalami perubahan warna perlu diwaspadai. Jika keputihan berwarna kuning, kita perlu mencari tahu penyebabnya.

Cairan vagina yang normal memiliki berwarna jernih, putih ataupun putih kekuningan. Sedangkan teksturnya beragam, mulai dari encer, lengket dan elastis, hingga tampak lebih kental dan rekat.

penyebab keputihan berwarna kuning - alodokter

Kondisi yang Harus Diwaspadai

Keputihan berwarna kuning, tergolong cairan vagina yang tidak normal. Kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Gonore.

Ditandai dengan keputihan berwarna kuning ataupun keruh. Gonore juga dapat disertai perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri panggul dan inkontinensia urine.

  • Trikomoniasis.

Kondisi ini memungkinkan keputihan berwarna kuning, atau berwarna hijau dan berbusa. Biasanya disertai dengan bau tak sedap, serta rasa nyeri dan gatal saat buang air kecil.

  • Bakteri vanginosis.

Kondisi ini memungkinkan keputihan berwarna kuning, atau putih dan abu-abu yang berbau amis. Penderitanya juga kemungkinan merasa gatal, dan perih di area kemaluan. Juga tampak kemerahan dan membengkak di sekitar vulva atau vagina.

  • Infeksi jamur. 

Keputihan dalam kondisi tersebut tampak kuning pucat seperti keju atau berwarna putih, dengan konsistensi lebih padat. Kemungkinan disertai rasa gatal, nyeri dan pembengkakan di sekitar vulva, dan juga rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk mengatasi keputihan berwarna kuning, tergantung dari penyebabnya. Infeksi jamur umumnya diobati dengan obat-obatan antijamur dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan ke dalam vagina. Misalnya, butoconazoleclotrimazolemiconazole  dan terconazole.

Pengobatan keputihan akibat bakterial vaginosis dan trikomoniasis hampir serupa yaitu menggunakan metronidazole atau tinidazole yang dikonsumsi secara oral dan krim clindamycin. Hanya saja bakterial vanginosis memerlukan bentuk krim untuk semua jenis obatnya.

Keputihan berwarna kuning yang disebabkan gonore membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotik. Kemungkinan antibiotik yang akan diberikan adalah ceftriaxone dapat diberikan melalui suntikan intramuskular ataupun cefixime yang dikonsumsi secara oral.

Selalu konsultasikan dengan dokter, sebelum menggunakan obat-obatan untuk mengatasi keputihan berwarna kuning tersebut.

Tips Mencegah Keputihan

Sebenarnya vagina tidak perlu dicuci terlalu dalam, sebab organ tersebut memiliki mekanisme untuk menjaga kebersihannya. Justru, keputihan ataupun luka pada vagina kerap dipicu penggunaan sabun yang berlebihan..

Berikut beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya keputihan :

  • Untuk membersihkan vagina, cukup dibasuh dengan air hangat secara teratur.
  • Jika perlu, cuci dengan sabun yang lembut. Hindari penggunaan sabun dengan tambahan pengharum, produk pencuci khusus vagina, dan produk semprotan khusus wanita.
  • Hindari terlalu banyak paparan dari busa sabun mandi.
  • Keringkan dengan mengelap dari bagian depan ke belakang, guna mencegah berpindahnya bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun.
  • Pilih celana yang tidak ketat.

Penting bagi wanita untuk selalu memperhatikan perubahan pada cairan vagina atau keputihan yang dialaminya, termasuk ketika terjadi perubahan warna, bau dan tekstur. Juga waspadai jika timbul gejala lain sekitar vagina, seperti gatal, bengkak, kemerahan atau bercak, dan perdarahan di luar siklus menstruasi.

Bila keputihan menyebabkan perubahan atau gangguan pada organ intim, segera temui dokter. Hindari penggunaan obat antibiotik tanpa petunjuk penggunaan yang tepat dari dokter untuk pengobatan.

sumber: http://www.alodokter.com/penyebab-keputihan-berwarna-kuning

Apakah Keputihan Saat Hamil Dapat Berbahaya?

Meningkatnya kadar dan frekuensi keputihan umumnya adalah kondisi normal saat hamil. Namun jika keputihan telah berubah warna atau diiringi gejala tertentu, maka kondisi ini dapat menjadi tanda timbulnya infeksi.

Keputihan saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan. Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim  ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina.

Keputihan selama kehamilan-Alodokter

Di masa awal kehamilan, cairan ini memenuhi saluran serviks untuk menciptakan lendir pelindung yang terlihat seperti putih telur. Menjelang persalinan, lendir ini akan menjadi semakin banyak.

Penyakit yang Mungkin Terjadi

Jika keputihan yang dialami saat hamil terlihat normal dengan cairan jernih atau putih dan tanpa bau, maka ini merupakan kondisi yang normal dan sehat.  Namun perubahan hormon dan bentuk tubuh membuat ibu hamil memang lebih cenderung mengalami infeksi vagina. Oleh karenanya terkadang perubahan pada keputihan dapat menjadi tanda terjadinya infeksi, sebagai berikut:

Vaginosis bakterial

Kondisi ini terjadi ketika perubahan hormon mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan pada vagina. Kondisi ini dapat mengakibatkan bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan kurang.  Vaginosis bakterial umumnya disertai dengan gejala:

  • Gatal di sekitar vagina.
  • Keluarnya cairan berwarna abu-abu keputihan.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Terkadang kondisi ini dapat mereda dengan sendirinya. Namun ada kalanya memerlukan pengobatan antibiotik. Jika dibiarkan, infeksi ini dapat menyebar dan menjadi penyakit radang panggul.

Infeksi jamur

Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron juga akan meningkatkan pertumbuhan berlebihan Candida, yaitu jamur yang tumbuh alami pada vagina. Gejalanya sebagai berikut:

  • Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, berbau ataupun tidak.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Vagina atau labia memerah dan bengkak.
  • Nyeri dan gatal pada vagina.
  • Vagina terasa terbakar saat buang air kecil.
  • Penanganan umumnya dilakukan dengan krim atau obat-obatan antijamur.

Group B Strep (GBS)

Bakteri GBS terdapat pada 1 dari empat tubuh banyak wanita sehat. Namun pada beberapa orang, GBS dapat mengakibatkan infeksi serius. Gejala kondisi ini umumnya sama dengan gejala pada pengidap infeksi saluran kencing seperti urine yang berwarna keruh, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan mendadak merasa sangat ingin buang air kecil. Agar infeksi ini tidak tertular ke bayi, dokter akan memberikan antibiotik saat ibu menjalani proses persalinan. Sayangnya, tidak ada langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini .

Trikomoniasis

Parasit ini hidup dalam vagina dan ditularkan melalui hubungan seksual. Gejalanya adalah munculnya cairan berbusa berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk, serta sensasi rasa gatal dan terbakar saat melakukan hubungan seksual. Umumnya dokter akan meresepkan pemberian antibiotik untuk menangani kondisi ini.

Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan dan hindari penggunaan obat-obatan bebas. Waspadai juga jika usia kehamilan Anda belum mencapai 37 minggu tapi terdapat perubahan bentuk dan warna cairan yang keluar dari vagina, misalnya menjadi cair, berdarah, berubah warna menjadi cokelat atau merah muda. Kondisi ini dapat menjadi gejala kelahiran prematur.

Mencegah Infeksi

Agar keputihan saat hamil tidak berubah menjad keputihan tidak normal akibat infeksi, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Segera ganti baju renang atau pakaian olahraga begitu selesai berolahraga.
  • Tidur tanpa celana dalam dapat mengurangi risiko infeksi.
  • Kenakan celana dalam dari bahan katun yang dapat mengurangi kelembapan dan mencegah tumbuhnya bakteri.
  • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
  • Konsumsi cukup air mineral untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari tubuh.
  • Buang air kecil secara teratur.
  • Konsumsi karbohidrat kompleks dan biji-bijian utuh untuk mencegah terbentuknya lingkungan yang mendukung bakteri untuk berkembang.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Hindari penggunaan pembalut, tisu, dan sabun beraroma kuat untuk merawat kebersihan vagina.
  • Hindari mengenakan celana ketat, terutama yang berbahan nilon.
  • Hindari menggunakan penyemprot atau pewangi vagina karena justru berisiko menutup sistem sirkulasi menuju vagina sehingga memicu komplikasi serius.

Jika memang keputihan saat hamil bersifat normal, yaitu berwarna putih atau jernih serta tidak berbau, maka tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Namun untuk menanganinya, sehari-sehari Anda dapat menggunakan pantyliner demi kenyamanan.

sumber: http://www.alodokter.com/apakah-keputihan-saat-hamil-dapat-berbahaya

Jangan Cemas, Begini Cara Mengatasi Keputihan

Meski sebenarnya sebagian besar keputihan adalah hal yang normal, namun kondisi ini  sering membuat tidak nyaman dan resah. Bagaimana cara mengatasinya?

Keputihan sebenarnya adalah hal yang normal dan sehat karena pada dinding vagina dan leher rahim terdapat kelenjar yang memproduksi cairan untuk menjaga kesehatan organ intim wanita. Keputihan yang normal pada umumnya berwarna putih susu atau jernih dan tidak berbau. Kadar cairan akan meningkat pada masa tertentu seperti saat menyusui, saat berhubungan seksual, dan pada saat atau sekitar masa menstruasi.

cara mengatasi keputihan-alodokter

Menangani Keputihan Tidak Normal

Keputihan yang normal sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus. Yang perlu dijaga adalah agar keputihan tidak berubah menjadi tidak normal. Perubahan ini dapat disebabkan beberapa hal seperti: infeksi vaginosis bakterial, penggunaan antibiotik, infeksi penyakit menular seksual seperti klamidia, kanker serviks, penggunaan pil kontrasepsi, infeksi parasit trikomoniasis, ataupun infeksi jamur. Tanda dari keputihan yang tidak normal adalah perubahan warna dan konsistensi, adanya bau, dan adanya gatal atau nyeri.

Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri seperti:

  • Kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan
  • Konsumsi yoghurt bila Anda sedang dalam pengobatan antibiotik agar menurunkan risiko terkena infeksi jamur.
  • Gunakan krim atau gel antijamur jika memang keputihan disebabkan infeksi jamur.
  • Gunakan kondom atau tunda hubungan seksual hingga sepekan setelah pengobatan.
  • Bila keputihan yang tidak normal berlangsung lebih dari seminggu setelah pengobatan mandiri, periksakan diri Anda ke dokter.

Bila ada tanda-tanda bahaya, juga segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan berdasarkan penyebab keputihan Anda. Tanda-tanda keputihan yang berbahaya antara lain: timbul bau yang menyengat, gatal dan kemerahan pada vagina dan area sekitarnya, pendarahan atau bercak di luar masa menstruasi, keputihan berubah warna menjadi hijau atau kuning, keputihan menjadi tebal atau lengket.

Mencegah Keputihan Tidak Normal

Untuk menghindari terjadinya keputihan yang tidak normal, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Jaga agar vagina tetap kering dan tidak lembap dengan selalu mengeringkannya setelah buang air kecil. Menjaga agar vagina tetap kering dapat juga dilakukan dengan:
    • Menggunakan celana yang tidak terlalu ketat.
    • Tidak terlalu sering menggunakan stoking.
    • Kenakan celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Celana dalam katun memungkinkan lebih banyak udara ke vagina dan mencegah lembap.
    • Tidak mengenakan celana dalam saat tidur di malam hari.
    • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil bukan sebaliknya.
  • Vagina sebenarnya adalah organ yang dapat membersihkan diri sendiri. Menggunakan cairan pembersih vagina justru berisiko merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalamnya. Ketidakseimbangan ini akan memicu vaginosis bakterial. Untuk membersihkan vagina, gunakan air hangat dan sabun yang tidak beraroma kuat. Namun sebisa mungkin, hanya gunakan air saja.
  • Hindari penggunaan parfum, bedak pada vagina. Penggunaan parfum dan sabun dapat menyebabkan nyeri pada vagina dan keluarnya cairan vagina yang tidak normal.
  • Selain itu hindari penggunaan bahan-bahan berikut yang dapat membuat iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina:
  • Penggunaan pelembut atau detergen yang beraroma kuat saat mencuci celana dalam.
  • Pembalut beraroma/berparfum.
  • Tisu toilet beraroma.
  • Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.
  • Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung laktobasilus.
  • Hindari terlalu sering berendam dalam air panas.
  • Cuci pakaian dalam dengan air hangat.
  • Ganti pembalut secara teratur saat datang bulan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jagalah kebersihan daerah intim Anda agar terhindar dari infeksi yang menyebabkan keputihan tidak normal.

sumber: http://www.alodokter.com/jangan-cemas-begini-cara-mengatasi-keputihan

Pengertian Keputihan

Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Ibu hamil juga bisa mengalami keputihan yang berhubungan dengan kehamilan.

alodokter-keputihan

Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi kelenjar dalam vagina dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap bersih.

Ciri-ciri Keputihan

Jumlah, warna, serta kekentalan lendir keputihan tergantung pada siklus menstruasi yang dialami oleh seorang wanita. Contohnya, jumlah lendir akan lebih banyak pada masa subur atau menyusui.

Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan dan tidak berbau. Lendir tersebut juga biasanya tidak disertai gatal-gatal atau rasa perih pada daerah vagina.

Jika mengalami keputihan dengan gejala berbeda, Anda sebaiknya waspada. Keputihan yang tidak normal terkadang bisa mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Misalnya, ada perubahan pada warna dan kekentalan lendir, jumlah lendir yang berlebihan, bau lendir yang tajam, pendarahan di luar jadwal haid, serta rasa gatal di sekitar vagina dan nyeri pada perut.

Keputihan yang tidak normal juga sangat jarang dialami oleh remaja putri yang belum melewati masa pubertas dan wanita yang telah menopause. Karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda, anak Anda, atau ada anggota keluarga lain yang mengalaminya.

Jenis-jenis Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan yang tidak normal umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis keputihan yang tidak normal:

Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah

Keputihan ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi dari kanker serviks atau rahim.

Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan

Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta munculnya pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, dapat mengindikasikan gonore atau chlamydia (klamidia).

Jika dibiarkan, kedua penyakit menular seksual ini dapat memicu infeksi serius pada organ reproduksi wanita. Karena itu, segera temui dokter untuk menjalani pengobatan dengan antibiotik.

Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih

Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Lendir akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air kecil.

Pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar vagina serta nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim juga akan dialami oleh penderita trikomoniasis. Infeksi ini juga dapat diatasi dengan antibiotik.

Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital

Penyebab jenis keputihan tidak normal ini biasanya adalah herpes genital. Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan yang terasa sakit di sekitar organ intim.

Metode pengobatannya dilakukan dengan konsumsi tablet antivirus. Namun, kekambuhan mungkin terjadi karena virusnya tetap berada dalam tubuh pengidap meski gejala-gejalanya sudah hilang.

Keputihan dengan lendir kental, berwarna putih, dan disertai rasa gatal

Keputihan ini dipicu oleh infeksi jamur pada vagina. Indikasinya berupa lendir yang kental, tanpa bau, dan berwarna putih seperti susu kental. Gejala-gejala lain yang menyertainya dapat berupa rasa gatal dan perih di sekitar vagina.

Infeksi ini tidak menular melalui hubungan seks dan dialami oleh sebagian besar wanita. Pengobatannya dapat dilakukan dengan obat antijamur yang dijual bebas di apotek.

Keputihan dengan lendir encer berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis

Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di vagina dapat menyebabkan vaginosis bakterialis. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis, encer, dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular melalui hubungan seks. Infeksi ini dapat ditangani dengan antibiotik.

Proses Diagnosis keputihan

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya terlebih dahulu mengenai riwayat kesehatan Anda, serta gejala-gejala apa saja yang Anda alami. Pertanyaan seputar gejala yang mungkin ditanyakan antara lain adalah waktu awal munculnya keputihan, riwayat hubungan seksual, serta deskripsi keputihan yang Anda alami seperti bau, warna, serta ada tidaknya rasa gatal, nyeri, atau sensasi seperti terbakar.

Setelah itu, dokter mungkin akan mengambil sejumlah cairan keputihan atau melakukan pemeriksaan Pap smear untuk kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan dan Pencegahan Keputihan

Jenis pengobatan keputihan sangat bergantung dari penyebabnya seperti jamur ataupun bakteri. Jadi jangan sampai Anda menggunakan obat yang tidak sesuai dengan penyebabnya karena keputihan bisa bertambah parah. Misalnya, keputihan yang disebabkan jamur maka harus diatasi dengan antijamur atau antiseptik kewanitaan, atau saat keputihan disebabkan oleh bakteri maka harus diatasi dengan antibiotik ataupun antiseptik kewanitaan. Jenis pengobatan pun beragam mulai dari pil yang diminum hingga salep ataupun cairan yang dioleskan di bagian dalam kemaluan.

Di samping antijamur ataupun antibiotik, larutan antiseptik kewanitaan yang mengandung povidoneiodine yang memiliki sifat bactericidal (membunuh bakteri) dan fungicidal(membunuh jamur) dapat menjadi langkah pertama untuk mengatasi keputihan.  Antiseptik kewanitaan ini dapat mengatasi keputihan dengan penyebab jamur dan bakteri seperti keputihan akibat protozoa Trichomonas vaginalis, jamur Candida albicans, serta bakteri Gardnerella vaginalis.

Keputihan dapat dihindari dengan beberapa cara mudah, antara lain dengan membersihkan bagian luar organ intim kewanitaan secara teratur (terutama pada saat menstruasi dan setelah berhubungan seksual) dari arah depan ke belakang (jangan sebaliknya) untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina. Kemudian gunakan pakaian dalam dengan bahan yang nyaman agar tidak lembap dan lengket, dan jangan memasukan benda asing ke dalam vagina tanpa sepengetahuan dokter.

Pada wanita yang sering mengalami keputihan berulang, dapat diatasi dengan menggunakan antiseptik kewanitaan dengan kandungan povidoneiodine dua kali sehari selama lima hari berturut–turut. Dari beberapa penelitian, povidoneiodine memiliki kelebihan, yaitu mampu mempertahankan kadar bakteri baik di vagina, termasuk mengatasi iritasi, gatal, dan bau tak sedap pada vagina. Pembersih kewanitaan sehari–hari saja tidak dapat digunakan untuk mengatasi keputihan ataupun infeksi di area kewanitaan seperti iritasi, gatal, dan bau tak sedap.

Dan, jika keputihan terus berlanjut,maka dianjurkan berkonsultasi dahulu kepada dokter.

 

sumber: http://www.alodokter.com