25 Cara Mengatasi Keputihan Yang Gatal Berbau Secara Alami

Cara mengatasi keputihan secara alami dapat dilakukan oleh wanita agar dapat menyembuhkan penyakit ini. Seorang wanita tentu pernah mengalami keputihan. Reaksi keputihan memang sangat wajar terjadi dan biasanya muncul menjelang periode menstruasi baik atau sesuah menstruasi selesai. Hal yang paling perlu diperhatikan adalah kondisi keputihan itu sendiri. Keputihan bisa terdiri dari beberapa karakter seperti putih, penuh air, lengket, hijau kekuningan atau bau yang tidak sedap. Setiap tanda keputihan yang berbeda memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan reproduksi wanita.

Melihat berbagai jenis keputihan yang sangat banyak, maka wanita perlu mengetahui cara perawatan yang tepat. Melakukan berbagai perawatan keputihan sangat penting untuk menyembuhkan dan menjaga kesehatan reproduksi. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengobati keputihan.

  1. Jaga Kebersihan Pakaian Dalam dan Luar

Cara mengatasi keputihan secara alami paling ampuh adalah menjaga kebersihan seputar Miss “V”. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan pakaian dalam dan pakaian luar. Gunakan jenis pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun. Bahan katun akan menyebabkan area vagina menjadi tidak lembab dan kering. Hindari menggunakan bahan sintetis karena panas dan menghasilkan keringat berlebihan. Selain itu untuk pakaian luar hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Gunakan celana yang longgar sehingga area reproduksi menjadi lebih nyaman. Hal ini juga ampuh sebagai cara mengatasi keputihan yang gatal dan berlebihan.

  1. Hindari Penggunaan Cairan Pembersih Vagina

Ada banyak jenis cairan pembersih vagina yang bisa didapatkan dengan mudah. Bahkan untuk membeli bahan ini tidak perlu menggunakan resep dari dokter. Namun ternyata menggunakan cairan pembersih vagina justru bisa meningkatkan jumlah keputihan. Beberapa bahan kimia dalam cairan ini menyebabkan kerusakan pH murni dalam area vagina dan mematikan bakteri yang baik. Karena itu sebaiknya hindari penggunaan cairan pembersih vagina saat keputihan.

  1. Gunakan Biji Fenugreek

Cara mengatasi keputihan secara cepat dapat menggunakan biji fenugreek. Biji fenugreek juga bisa membantu mengatasi keputihan dengan cara yang sangat alami. Biji fenugreek bisa meningkatkan jumlah pH dalam vagina. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan pengaruh untuk tingkat estrogen yang terlalu tinggi, terutama setelah periode menstruasi. Selain itu biji fenugreek juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Caranya : rendam satu sendok makan biji fenugreek dalam air mineral hangat selama 24 jam, kemudian saring dan tambahkan satu sendok makan. Lalu minum airnya ketika Anda belum makan pagi.

  1. Gunakan Cuka Sari Apel

Bahan cuka sari apel juga sangat bermanfaat untuk mengobati keputihan terutama jika keputihan disebabkan oleh bakteri. Cuka sari apel bisa membantu vagina mendapatkan tingkat keseimbangan pH yang lebih sesuai. Selain itu cuka sari apel juga bisa membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam vagina dan mengurangi vagina yang terlalu berbau akibat infeksi jamur.

Caranya : campurkan cuka sari apel murni ke dalam segelas air mineral yang hangat, kemudian tambahkan madu lalu minum. Anda bisa minum selama satui hari sekali untuk mendapatkan manfaat terbaiknya.

  1. Makan Pisang Setiap Hari

Anda juga bisa mengobati keputihan dengan cara yang sangat alami. Buah pisang menjadi buah yang bisa mengurangi keputihan dengan cara yang alami dan juga menyembuhkan keputihan itu sendiri. Pisang membantu tubuh mengatasi gangguan reproduksi dengan membantu menyeimbangkan hormon dari dalam tubuh. Untuk menghentikan keputihan dengan pisang Anda bisa mencoba untuk makan pisang selama dua kali sehari. Pisang juga sangat baik untuk membantu pencernaan yang sehat dan kandungan kalium pisang membantu meningkatkan detak jantung yang sehat.

  1. Minum Jus Delima

Jus delima juga akan membantu mengatasi keputihan dengan cara yang sangat alami. Jus delima mengandung beberapa nutrisi yang sangat penting yaitu meningkatkan keseimbangan hormon dan mencegah perkembangan bakteri dan virus.  Bahkan termasuk membunuh semua bakteri jahat yang berkembang dalam vagina. Cara menghentikan keputihan dengan delima adalah dengan minum jus delima satu kali sehari.

  1. Jus Basil dan Susu

Cara mengobati keputihan secara alami adalah dengan jus basil dan susu. Basil memang sudah diakui sebagai tanaman obat yang bisa membantu mengatasi keputihan secara alami. Basil mengandung senyawa yang bisa meningkatkan kesehatan rongga vagina dan mengendalikan kondisi pH. Masalah pH yang tidak seimbang sering dialami oleh wanita terutama menjelang dan setelah periode menstruasi. Anda bisa mencoba menyembuhkan keputihan dengan cara menghaluskan beberapa lembar daun basil, kemudian campurkan dengan satu gelas susu rendah lemak. Metode ini bisa menyembuhkan keputihan selama satu atau dua minggu setelah terapi.

  1. Minum Jahe Hangat

Jahe merupakan jenis tanaman rimpang yang dipercaya memiliki khasiat yang sangat tinggi. Rimpang jahe mengandung senyawa alami yang bisa berfungsi untuk mencegah radikal bebas dan juga melawan infeksi bakteri dan virus. Bahkan ini juga bisa melawan bakteri jahat yang berkembang dalam vagina. Anda bisa menyembuhkan keputihan dengan cara merebus saru gelas air minum dengan satu ruas kecil jahe segar. Setelah mendidih maka angkat dan saring. Anda bisa langsung meminumnya ketika masih hangat. Anda bisa menambahkan gula batu atau madu agar rasanya lebih nikmat.

  1. Makan Yogurt

Yogurt merupakan makanan yang mengandung sumber probiotik alami yang sangat tinggi. Kandungan bakteri baik dalam yogurt bisa melawan pertumbuhan bakteri jahat di dalam vagina yang menyebabkan keputihan. Yogurt juga bisa membantu melawan infeksi jamur yang sering terjadi pada vagina. Bahkan yogurt bisa memelihara organ reproduksi dari dalam tubuh. Untuk menyembuhkan keputihan dengan yogurt maka Anda bisa makan yogurt setiap hari. Ini cara alami yang akan menyeimbangkan kondisi organ reproduksi dari dalam tubuh.

  1. Minum Jus Anggur dan Madu

Minuman lain seperti jus anggur dan madu juga bisa membantu menyembuhkan keputihan. Anggur mengandung zat yang bisa melawan bakteri dan virus penyebab keputihan. Bahkan kandungan warna alami unggu dan merah pada anggur bisa meningkatkan kadar pH alami pada rongga vagina. Anda bisa membuat jus anggur tanpa mengupas kulitnya dan campurkan dengan satu sendok madu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat maka jangan mencampurkan air pada jus anggur. Jus anggur yang murni akan membantu menyembuhkan keputihan dengan cepat.

  1. Hindari Mengkonsumsi Makanan Berminyak

Makanan berminyak mengandung lemak yang bisa menyebabkan keputihan menjadi lebih parah. Makanan yang berminyak bisa menyebabkan kadar hormon dalam tubuh mengalami perubahan. Kadar hormon yang tidak seimbang inilah yang kemudian akan merubah keputihan menjadi lebih buruk. Selain itu makanan berminyak juga menyebabkan kondisi metabolisme tubuh terhambat. Jadi selama keputihan maka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan berminyak.

  1. Hindari Kafein

Selama keputihan sebaiknya wanita juga harus menghindari mengkonsumsi kafein secara berlebihan. Kafein bisa menyebabkan kondiri perubahan hormon terutama estrogen. Penurunan dan peningkatkan jumlah estrogen akan mempengaruhi kondisi pH dan bakteri baki dalam vagina. Hal ini cenderung menyebabkan keputihan lebih memburuk. Bahkan jika terjadi pada wanita yang masuk dalam masa menopause maka bisa menyebabkan keputihan yang sangat parah. Jadi selama keputihan maka hindari minum kopi, teh atau jenis minuman lain yang mengandung kafein.

  1. Menggunakan Panty Liner

Cara mengatasi keputihan yang berbau pada wanita dapat memanfaatkan panty liner. Untuk mengatasi keputihan maka wanita juga bisa menggunakan panty liner. Pembalut tipis dan nyaman ini akan merubah kondisi pH dalam vagina dan memerangi pertumbuhan bakteri buruk yang berlebihan. Wanita disarankan untuk memilih jenis panty liner yang terbuat dari kapas murni dan bisa membentuk kondisi lingkungan yang nyaman untuk vagina. Hindari jenis panty liner yang terbuat dari campuran bahan sintetis. Rekomendasi jenis panty liner juga bisa didapatkan dari dokter setelah pemeriksaan. Dokter biasanya merekomendasikan jenis panty liner khusus yang bisa menghentikan keputihan.

  1. Minum Banyak Air Mineral

Air mineral juga bisa membantu mengatasi keputihan. Caranya adalah dengan banyak minum air mineral. Air mineral bisa mengeluarkan semua racun dalam tubuh lewat saluran sekresi setelah diolah oleh ginjal. Keluarnya racun dari tubuh membuat tubuh bisa melakukan metabolisme dengan baik. Sistem ini kemudian juga bisa membantu tubuh mendapatkan keseimbangan pH yang alami pada organ reproduksi. Selain itu juga bisa membantu mengatasi penumpukan bakteri atau virus yang bisa menyerang organ reproduksi.

  1. Yoga

Cara mengatasi keputihan yang berlebihan pada wanita dengan yoga sudah cukup terkenal. Salah satu cara lain yang sangat alami untuk menyembuhkan keputihan adalah dengan yoga. Beberapa gerakan yoga yang ditujukan untuk mengendalikan kemampuan organ reproduksi dalam menyeimbangan hormon. Gerakan yoga juga membantu mengendalikan peredaran darah di sekitar organ reproduksi. Hal ini juga bisa membuat tubuh bagian organ reproduksi semakin sehat dari dalam maupun dari luar. Anda bisa melakukan gerakan yoga untuk mengatasi keputihan dengan instruktur yang sudah berpengalaman.

  1. Jaga Kebersihan Vagina

Keputihan sangat berhubungan dengan kondisi kesehatan dan kebersihan pada rongga vagina. Untuk itu menjaga kebersihan juga bisa membantu menghilangkan keputihan secara alami. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencuci vagina setelah buang air kecil dan besar dengan gerakan dari bagian depan ke belakang. Jika dilakukan terbalik maka kotoran bisa masuk ke bagian liang vagina dan mengganggu keseimbangan pH alami. Jadi pastikan untuk mencuci bagian ini dengan cara yang benar dan jaga tingkat kelembapan alaminya.

  1. Hindari Makanan Peningkat Suhu Badan

Beberapa jenis makanan yang bisa meningkatkan suhu badan bisa menyebabkan keputihan menjadi lebih buruk. Untuk menghindari hal ini maka Anda bisa menjauhi beberapa jenis makanan seperti nanas, terong, ikan laut dan lemak dari daging ayam maupun sapi. Makanan seperti ini bisa membuat suhu tubuh menjadi lebih panas. Kemudian akan merusak sistem keseimbangan pH dalam vagina dan menyebabkan keputihan.

  1. Jangan Stres atau Depresi

Stress dan depresi bisa merubah keseimbangan pH dalam vagina dan menyebabkan keputihan. Kondisi ini paling sering dialami oleh wanita yang memiliki aktifitas pekerjaan yang sangat sibuk dan tekanan pekerjaan yang berat. Untuk mencegah dan mengendalikan keputihan maka stress dan depresi harus dikendalikan. Cara ini juga bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah pada bagian organ reproduksi sehingga semua kondisi kesehatan akan lebih terjaga.

  1. Gunakan Rebusan Daun Sirih

Cara mengatasi keputihan yang gatal dan berbau dengan daun sirih sangat ampuh untuk kesehatan anda. Jika Anda melihat maka beberapa jenis cairan pencuci vagina terbuat dari daun sirih. Namun cairan yang sudah dicampur dengan bahan kimia menyebabkan racun yang bisa membunuh bakteri baik dalam vagina. Air rebusan daun sirih yang terbuat dari daun sirih segar bisa membantu membersihkan vagina dan meningkatkan produksi bakteri baik. Untuk menggunakan cara ini Anda bisa mencoba dengan cara merebus satu atau dua gelas air dengan beberapa lembar daun sirih hingga mendidih. Kemudian saring dan minum airnya selama dua atau tiga kali dalam sehari. Jika dilakukan secara rutin maka bisa menyembuhkan keputihan dengan lebih cepat.

  1. Minum Jus Lemon dan Madu

Anda juga bisa mengobati keputihan secara alami dengan minum jus lemon dan madu secara rutin. Jus lemon dan madu mengandung bahan-bahan yang menyehatkan seperti antioksidan yang melawan radikal bebas. Jus lemon dan madu juga bisa mengeluarkan semua racun dari dalam tubuh dan membantu melawan penyakit akibat peradangan. Jus lemon dan madu juga bisa membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam vagina dan melawan pertumbuhan bakteri jahat penyebab keputihan. Jadi Anda bisa minum jus lemon dan madu secara rutin untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.

  1. Minum Air Rebusan Beras Putih

Cara lain yang bisa mengobati keputihan adalah dengan minum air rebusan dari beras putih. Caranya adalah dengan merebus beras putih yang sudah dicuci dengan bersih. Setelah mendidih maka ambil airnya dan tuang di gelas. Tambahkan satu sendok madu untuk menambah khasiat dari air rebusan beras putih. Kemudian minum selagi masih hangat. Jika Anda melakukan cara ini secara rutin maka dalam waktu satu atau dua minggu keputihan akan sembuh. Air beras putih mengandung bahan aktif untuk melawan bakteri dan virus penyebab keputihan.

  1. Minum Jus Lemon dan Bawang Putih

Keputihan memang sangat menjengkelkan dan membuat wanita merasa tidak nyaman. Jika Anda sudah mencoba beberapa cara dan belum berhasil maka bisa mencoba membuat jus lemon yang ditambah dengan bawang putih. Anda bisa membuatnya dengan cara membuat satu gelas jus lemon. Kemudian tambahkan dengan satu siung bawang putih yang sudah dihaluskan. Untuk menambah rasa maka Anda juga bisa menambahkan satu sendok makan madu murni. Jus ini bisa diminum rutin setiap hari dan dalam waktu satu atau dua minggu maka keputihan akan sembuh sendiri.

  1. Makan Biji Rami dan Alpukat

Keputihan yang diakibatkan karena bakteri maupun penyakit pada organ reproduksi juga bisa disebankan karena tubuh tidak memiliki sistem kekebalan yang baik. Untuk itu Anda bisa mengatasi masalah ini dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Biji rami dan alpukat adalah makanan sehat yang bisa membantu menjaga keseimbangan jumlah lendir pada vagina. Anda bisa mengkonsumsi setidaknya satu sendok biji rami dan buah alpukat setiap hari. Makanan ini juga bisa merubah pH yang tidak sehat menjadi lebih sehat.

  1. Penuhi Kebutuhan Yodium

Jika tubuh Anda kekurangan yodium maka bisa menyebabkan tubuh mudah terserang bakteri dan virus, termasuk bakteri yang menyebabkan keputihan. Bahkan tubuh juga akan mudah terkena infeksi dari jamur yang menyerang bagian vagina. Yodium dalam tubuh bisa menjadi sumber antibiotik alami yang akan mengembangkan kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu Anda bisa menambahkan yodium dalam makanan sehari-hari seperti garam sehat yang mengandung yodium.

  1. Makan Sayuran Hijau

Berbagai jenis sayuran hijau seperti kale, bayam, asparagus dan kubis juga bisa membantu menyembuhkan keputihan. Sayuran ini mengandung sejumlah senyawa seperti zat klorofil alami, zat besi, vitamin dan mineral lain yang lengkap. Senyawa dan zat inilah yang akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terkena infeksi dari bakteri dan jamur pada bagian vagina. Mengkonsumsi sayuran hijau juga akan membantu mempertahankan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

 

Tips Agar Terhindar Dari Keputihan Abnormal

Pada dasarnya keputihan abnormal bisa dihindari dengan selalu menjaga kesehatan. Jadi selain menggunakan obat keputihan alami seperti dijelaskan di atas, anda juga seharusnya melakukan berbagai upaya agar terhindar dari gangguan ini.

Berikut ini beberapa tips cara mencegah infeksi vagina yang dapat menyebabkan munculnya keputihan abnormal.

Obat Keputihan

  1. Jaga selalu kebersihan vagina dengan rajin mencucinya secara teratur menggunakan sabun khusus dan air hangat.
  2. Jangan menggunakan sabun wangi dan produk feminin atau douche untuk membersihkan vagina.
  3. Setiap buang air kecil, selalu bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke vagina dan menyebabkan infeksi.
  4. Jangan bertukar handuk dengan orang lain.
  5. Kenakan celana katun 100{8fb032fef8e8399de1ec6d2ce68a1b55f67f5dd15add348fb2882844b9e1844f}, dan hindari pakaian yang terlalu ketat.
  6. Gunakan pembalut yang baik dan gantilah sesering mungkin, jangan tunggu sampai pembalut penuh.
  7. Hindari stres karena tekanan pada jiwa yang berlebih akan menyebabkan keputihan pada wanita.
  8. Banyak minum air putih dapat menetralkan kondisi asam basa area kewanitaan.
  9. Rajin mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memperkuat daya tahan tubuh dan membunuh bakteri dari dalam.

Terlalu sering membersihkan vagina juga menyebabkan keputihan abnormal apalagi jika bahan yang digunakan berupa antiseptik yang dapat membunuh bakteri di vagina.

Seperti diketahui, di dalam ekosistem vagina terdapat bakteri-bakteri baik yang menjadi benteng bagi tubuh dari jamur atau bakteri jahat. Bakteri baik tersebut ikut terbunuh oleh antiseptik yang digunakan.

Semua wanita sejak kecil sudah harus menjaga kebersihan vaginanya untuk menghindari terjadinya infeksi bakteri yang menjadi penyebab munculnya keputihan abnormal.

Mencegah tentu saja lebih baik dari mengobati meskipun saat ini telah banyak obat keputihan alami yang sangat ampuh mengatasi keputihan tanpa efek samping.

Sebagai kesimpulan, berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan sehubungan dengan keputihan:

  • Keputihan adalah normal pada semua wanita kecuali telah menjadi keputihan abnormal yang berarti terjadi infeksi.
  • Agar terhindar dari keputihan abnormal, anda perlu menjaga kebersihan area kewanitaan mulai dari sekarang.
  • Gunakan ramuan tradisional untuk menyembuhkan keputihan. Kelemahannya adalah hasilnya tidak instan dan butuh kesabaran dalam mengolah bahan-bahannya.
  • Sebagai alternatif, anda bisa memilih salah satu obat herbal keputihan alami yang terdaftar di BPOM, salah satu contohnya adalah ladyfem.

Demikian informasi singkat jenis-jenis obat tradisional dan obat herbal untuk menyembuhkan keputihan secara alami pada wanita. Anda bisa mengolahnya sendiri menggunakan tanaman tradisional atau jika ingin hasil yang instan dan tidak perlu capai membuat sendiri ramuannya, anda bisa minum obat herbal Majakani Kanza, semoga artikel ini bermanfaat.

Keputihan – Wiki

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakterivirusjamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Asal keputihan

Leukorea berasal dari:[1]

  1. Vulva.
  2. Vagina.
  3. Servik uteri.
  4. Korpus uteri.
  5. Tuba.

Gejala keputihan

Keputihan normal (fisiologis), sebenarnya tidak berwarna putih dan tidak cocok disebut keputihan, banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga banyak sedikitnya sekret/cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan dan stress yang juga dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri.

  • Cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan encer.
  • Tidak mengeluarkan bau yang menyengat.
  • Gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid dan tanda masa subur pada wanita tertentu.
  • Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
  • Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
  • Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
  • Pada wanita hamil keputihan lebih sering timbul, karena pada ssat wanita hamil, maka kekebaln tubuhnya akan menurun.
  • Pada waktu menopause dimana keseimbangan hormonalnya terganggu.
  • Pada orang tua dimana kekebalan tubuhnya sudah menurun dapat pula timbul Keputihan

Keputihan abnormal (patologis)

  • Keluarnya cairan berwarna putih pekat, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, lengket dan kadang-kadang berbusa.
  • cairan ini mengeluarkan bau yang menyengat.
  • Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya serta dapat mengakibatkan iritasi pada vagina.
  • Merupakan salah satu ciri-ciri penyakit infeksi vagina yang berbahaya seperti HIV, Herpes, Candyloma.

Penyebab keputihan

Penyebab keputihan secara umum adalah:

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Gejala suatu penyakit tertentu
  • Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (ph) lingkungan vagina.
  • Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  • Sering menggunakan WC Umum yg kotor
  • Tidak mengganti panty liner
  • Membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagina
  • Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Kelelahan yang amat sangat
  • Stress
  • Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
  • Sering membasuh vagina, yang harus dibsuh adalah vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vaginanya
  • Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
  • Lingkungan sanitasi yang kotor.
  • Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  • Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
  • Kadar gula darah tinggi
  • Sering menggaruk vagina

Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.

  • Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
  • Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
  • Keputihan akibat jamur Candida albicans, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna putih seperti susu,cairan kental,  bau tak sedap dan sangat gatal, terkadang dapat menimbulkan radang pada vagina sehingga kelihatan kemerahan.
  • Keputihan akibat bakteri Vaginosis atau Gardnerella, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna abu-abu, tidak terlalu kental,  cairan berbuih, mengeluarkan bau yang amis, dan gatal yang mengganggu.
  • Keputihan akibat parasit Trichomonas vaginalis, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna kehijauan atau kuning,  cairan berbuih dan bau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagina akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan seks yang tidak sehat, perlengkapan kamar mandi atau kloset.
  • Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes atau Candyloma. keputihan yang diakibatkan oleh jenis ini dapat memicu kanker rahim, pada keputihan herpes biasanya disertai tanda-tanda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan candyloma disertai tanda-tanda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagina atau rahim. Penyakit herpes atau candyloma terkadang tidak terdeteksi secara dini, karena umumnya tanda-tandanya tidak mudah terlihat, karena muncul di dalam vagina.

Pengobatan

Seringkali keputihan sulit diobati, karena penyebab keputihan bermacam-macam dan bisa terinfeksi beberapa sekaligus yang pada umumnya adalah jamur, bakteri dan Pseudomonas sp. Oleh karena itu cara paling tepat adalah dengan melakukan Kultur dengan pengambilan sekret keputihan di Laboratorium Klinik, walaupun agak mahal dan memerlukan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya, karena kuman-kuman tersebut harus dibiakkan terlebih dahulu, tetapi keuntungannya adalah dapat diketahuinya antibiotik yang tepat untuk mengobatinya, terutama untuk E.coli, Klebsiela sp dan Pseudomonas sp yang sering resiten terhadap beberapa jenis antibiotik tertentu. Perlu dicatat bahwa resistensi ini dapat berubah-ubah sejalan dengan waktu dan dapat berbeda resistensinya pada orang yang berlainan.

Kadang-kadang Keputihan dapat juga bersamaan dengan Infeksi saluran kemih, karena itu perlu dibedakan apakah hanya Keputihan saja atau keduanya. Jika sulit buang air kecil (BAK) atau terasa anyang-anyangan atau merasa ada air seni yang tertinggal atau merasa tidak tuntas BAKnya, maka ini adalah tanda kemungkinan terjadinya Infeksi saluran kemih. Jika juga disertai dengan adanya Keputihan, maka dapat langsung ke Dokter Spesialis Urologi (Dr XXX SpU) dan jika hanya Keputihan saja dapat ke Dokter Spesialis Kandungan (Dr YYY SpOG), ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Dr ZZZ SpPD) atau ke Dokter Umum saja dengan membawa hasil Kultur, karena tanpa hasil Kultur, Dokter spesialis sekalipun akan mengobati penyakit dengan menebak-nebak ataupun akhirnya juga disuruh Kultur atau tidak tuntas pengobatannya, jadi hanya satu jenis infeksi saja yang disembuhkan, karena tidak ada antibiotik yang dapat mengobati semua jenis penyakit, termasuk yang broad spectrum sekalipun, apalagi adanya Resistensi. Kultur pada Laboratorium Klinik Bebas (bukan Laboratoriumnya Rumah Sakit) tidak memerlukan Surat Pengantar Dokter dan Laboratorium Klinik Bebas yang besar memiliki dokternya sendiri dan gratis untuk konsultasi, tidak dapat memberikan resep, tetapi dapat memberikan rujukan untuk Kultur dan yang lainnya.

Tambahan

Istilah keputihan acap kali digunakan sebagai referensi umum untuk sekresi vaginal, baik yang normal maupun abnormal. Karena tidak ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang umum dipakai untuk sekresi vaginal. Hal ini menimbulkan kerancuan di masyarakat.

Sebenarnya Vagina telah memiliki Keseimbangan Keasaman Vagina dan Bakteri. Membasuh Vagina akan menyebabkan keseimbangan terganggu dan membunuh/membuang Bakteri Baik, apalagi jika menggunakan sabun atau cairan antiseptic ataupun Cairan/Ramuan Herbal. Hal ini dapat menimbulkan Keputihan, karena Bakteri Baiknya telah mati dan tidak lagi memiki pertahanan yang cukup terhadap infeksi. Vaginal Douche atau Pencucian Vagina baik menggunakan Cairan Kalium Permanganat yang murah ataupun Cairan Antiseptic juga dapat menimbulkan Keputihan.

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan

Keputihan Yang Mengganggu Dan Cara Mengatasinya

Gangguan keputihan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, tidak perlu khawatir berlebihan terhadap masalah kewanitaan tersebut. Hanya saja, Anda perlu mengetahui cara tepat dalam mengatasinya.

Cairan vagina sebenarnya merupakan cara alami tubuh dalam membersihkan organ intim tersebut. Secara normal, cairan tersebut tampak jernih atau sedikit keruh, tidak berbau dan tidak memicu rasa gatal. Umumnya, cairan vagina akan lebih banyak dan lebih kental menjelang menstruasi.

Keputihan yang Mengganggu dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Tanda Keputihan Tidak Normal

Perubahan bau, warna dan tekstur pada cairan vagina atau sering disebut keputihan, kemungkinan terjadi akibat infeksi. Beberapa penyebab infeksi termasuk jamur, virus, bakteri, ataupun reaksi alergi dengan bahan kimia dari sabun, semprotan vagina (spray), atau bahan pakaian dalam.

Beberapa ciri keputihan yang mengganggu dan perlu diobati antara lain jika cairan cukup banyak, berbau, atau memicu rasa gatal, panas dan terjadi pembengkakan di sekitar vagina. Keputihan yang mengganggu juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air kecil ataupun berhubungan intim.

Keputihan pada wanita hamil umum terjadi karena perubahan hormon. Perubahan tekstur dan volume cairan vagina tersebut karena tubuh berusaha mencegah infeksi yang dapat memengaruhi bayi dalam kandungan. Menjelang persalinan, keputihan bisa dipicu oleh kepala bayi yang semakin menekan serviks atau leher rahim.

Untuk meringankan gejala keputihan, dapat dimulai dengan menjaga vagina dalam kondisi bersih. Gunakan air hangat saat membersihkan vagina. Bersihkan dari arah depan ke belakang setelah buang air. Disarankan memilih pakaian dalam yang terbuat dari katun dan tidak terlalu ketat.

Cara Mengatasi Keputihan

Jika gejala keputihan semakin mengganggu, obati sesuai dengan penyebabnya. Keputihan akibat infeksi, dapat diobati dengan pemberian obat anti jamur ataupun anti bakteri yang dioleskan pada vagina atau berupa obat yang dikonsumsi.

Keputihan yang disebabkan reaksi alergi atau iritasi dapat dilakukan dengan menghindari penyebabnya. Cobalah mengganti sabun, deterjen, pembalut atau benda lain yang memicunya. Pemberian obat oles juga dapat membantu gejala yang menggangu.

Mengonsumsi yogurt yang mengandung bakteri baik banyak disebutkan dapat membantu mengurangi infeksi yang menyebabkan keputihan. Namun, studi klinis menunjukkan, mengatasi keputihan akibat infeksi bakteri patogen penyebab vaginosis dengan menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone iodine secara supositoria supositoria (dimasukkan ke dalam vagina) ternyata lebih efektif, jika dibandingkan dengan mengonsumsi kapsul mengandung bakteri laktobasius.

Setelah dua minggu penggunaan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone iodine, tampak penurunan bakteri patogen dan peningkatan bakteri baik pada vagina. Sementara, konsumsi kapsul laktobasilus efektif membasmi bakteri patogen pada minggu pertama dan menurun pada minggu kedua. Kesimpulan studi ini menunjukkan, pengobatan antiseptik povidone iodine tergolong efektif untuk meningkatkan bakteri baik pada organ intim dan tidak diperlukan tambahan konsumsi laktobasilus.

Studi lain dilakukan terhadap lebih dari 60 orang wanita hamil yang mendapat pengobatan povidone iodine suppositoria selama 7 hari pada usia kehamilan trimester ketiga. Wanita-wanita hamil tersebut mengalami infeksi vagina akibat bakteri patogen dan jamur yang dapat berkomplikasi kepada ibu dan janinnya. Hasilnya, aman bagi janin karena tidak ditemukan kelainan fungi tiroid pada bayi yang lahir.

Peneliti memberikan rekomendasi penggunaan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone iodine untuk mengobati infeksi vagina (akibat bakteri, jamur), mencegah infeksi rahim (intrauterine), dan mengembalikan keberadaan flora normal vagina.

Jika keputihan berlarut-larut dan sangat mengganggu, konsultasikan dengan dokter. Informasikan mengenai gejala yang dialami beserta warna, tesktur dan seberapa banyak keputihan yang timbul untuk pengobatan yang tepat.

sumber: http://www.alodokter.com/keputihan-yang-mengganggu-dan-cara-mengatasinya

Kenali Tanda-Tanda Keputihan Yang Berbahaya

Keputihan sebenarnya wajar terjadi pada setiap wanita, terutama yang sudah memasuki usia subur. Namun, jika berubah warna dan berbau tidak sedap, segera tangani keputihan yang berbahaya tersebut secepatnya.

Cairan yang berasal dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Keputihan berfungsi membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam tubuh. Tujuannya untuk membantu mencegah infeksi pada vagina dan menjaganya tetap bersih.

Kenali Tanda-tanda Keputihan yang Berbahaya - alodokter

Keputihan Normal

Bagi wanita yang belum memasuki masa menopause, keluarnya lendir keputihan berwarna bening dan tidak berbau sekitar setengah sampai satu sendok teh (2-5 ml) setiap hari adalah hal yang normal. Namun, jumlah dan kentalnya keputihan pada setiap wanita bisa bervariasi. Keputihan biasanya akan lebih kental di waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat ovulasi, selama menyusui, ketika gairah seksual muncul, semasa hamil, ketika menggunakan alat kontrasepsi, atau sepekan sebelum menstruasi.

Keputihan Tidak Normal

Kebiasaan membersihkan vagina dengan menggunakan produk pembersih kemaluan berpewangi atau mengandung antiseptik bisa membuat keputihan menjadi tidak normal. Begitu pula akibatnya jika suka menggunakan pantyliners setiap hari, memakai pakaian luar atau dalam yang ketat, dan menggunakan produk mandi beraroma. Namun keputihan yang tidak normal, bahkan berbahaya, juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki penyakit tertentu. Mulai dari infeksi jamur hingga kanker serviks.

Anda bisa mengenali penyakit yang mungkin sedang diderita dari tanda-tanda keputihan yang berbahaya berikut ini:

  • Vaginosis bakteri, yaitu infeksi ringan pada vagina yang disebabkan oleh bakteri yang merugikan (patogen). Penyakit ini bisa membuat keputihan berubah warna menjadi putih, abu-abu, atau kuning yang disertai dengan bau amis, gatal atau perih, kemerahan, dan pembengkakan pada vagina, atau vulva.
  • Infeksi jamur. Ciri-cirinya, keputihan kental berwarna putih disertai dengan rasa gatal, bengkak, dan rasa sakit di sekitar vulva. Selain itu, ketika berhubungan seksual vagina akan terasa sakit.
  • Penumpahan lapisan rahim setelah melahirkan (lokia). Kondisi ini membuat keputihan berubah warna menjadi merah muda.
  • Trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh organisme kecil bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini membuat keputihan menjadi berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap. Trikomoniasis juga membuat vagina menjadi gatal dan nyeri saat buang air kecil.
  • Penyakit seksual menular ini menimbulkan keputihan berwarna kuning atau keruh yang disertai nyeri panggul, perdarahan diluar siklus haid, dan keluarnya urine tanpa disadari.
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan kanker serviks dan kanker endometrium. Tiga kondisi tersebut menyebabkan keputihan berwarna cokelat atau merah yang disertai nyeri panggul dan perdarahan pada vagina.

Membersihkan Vagina dengan Benar

Karena keputihan adalah cara tubuh untuk melindungi vagina dan sekitarnya, membersihkan vagina dengan bantuan antiseptik atau pewangi (douching) pun dirasa tidak perlu. Cukup gunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung bahan-bahan keras menyebab iritasi kulit. Antiseptik atau pewangi justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur alami pada vagina hingga menyebabkan ruam. Selain itu, bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke daerah vagina.

Jika Anda sedang mengalami tanda-tanda keputihan yang berbahaya seperti di atas, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat.

sumber: http://www.alodokter.com/kenali-tanda-tanda-keputihan-yang-berbahaya

Keputihan Berwarna Hijau Gejala Trikomoniasis

Keputihan merupakan kondisi medis yang normal jika tidak berbau tajam, berwarna jernih, dan tidak menyebabkan nyeri.  Namun jika keputihan Anda berwarna hijau, bisa jadi ini adalah pertanda penyakit menular seksual.

Keputihan yang menjadi berwarna hijau adalah salah satu gejala penyakit menular seksual yang disebut trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Trikomonas vaginalis. Penyakit ini dapat tertular dari penis ke vagina atau dari vagina ke vagina, namun umumnya tidak menginfeksi anus atau mulut.

Keputihan berwarna hijauh-alodokter

Anda patut curiga mengidap trikomoniasis bila terdapat keputihan berwarna hijau atau hijau kekuningan disertai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Keputihan menjadi berbusa.
  • Berbau amis yang menyengat.
  • Nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual.
  • Iritasi dan gatal pada organ kewanitaan.

Gejala ini umumnya akan muncul pada hari kelima hingga ke-28 setelah terinfeksi. Walau demikian, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi parasit ini sehingga tidak melakukan perawatan apa pun. Penelitian menemukan bahwa dari total kasus trikomoniasis, hanya 30 persen yang merasakan suatu gejala. Namun nyatanya meski tanpa gejala, pengidap dapat tetap menyebarkan infeksi tersebut.

Untuk mendiagnosis keputihan berwarna hijau ini, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul atau pemeriksaan sampel cairan vagina untuk mendeteksi parasit. Kondisi ini dapat ditangani dengan konsumsi antibiotik yang diresepkan dokter.

Risiko Komplikasi

Keputihan berwarna hijau harus segera diperiksakan, terutama jika pengidapnya sedang hamil. Jika memang kondisi ini adalah gejala trikomoniasis, maka bayi Anda berisiko lahir prematur dan memiliki berat badan rendah. Kalau tidak segera ditangani, trikomoniasis dapat menyebabkan perubahan pada jaringan leher rahim, biasanya terdeteksi saat pap smear.

Seperti penyakit menular seksual lainnya, penggunaan kondom saat berhubungan seksual penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Namun, kondom tidak sepenuhnya dapat mencegah penularan karena parasit  tetap dapat tersebar ke area sekitar. Oleh karenanya, penting untuk membicarakan riwayat penyakit menular seksual kepada pasangan sebelum melakukan hubungan seksual.

Berikut langkah-langkah pencegahan yang juga dapat dilakukan.

  • Kenakan celana dalam dari bahan katun yang dapat mengurangi kelembapan dan mencegah tumbuhnya bakteri.
  • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
  • Konsumsi cukup air mineral untuk mengeluarkan racun dan bakteri keluar dari tubuh.
  • Buang air kecil secara teratur.
  • Konsumsi karbohidrat kompleks dan biji-bijian utuh untuk mencegah terbentuknya lingkungan yang mendukun bakteri untuk berkembang.
  • Hindari penggunaan pembalut, tisu, dan sabun beraroma kuat untuk merawat kebersihan vagina.
  • Hindari mengenakan celana ketat, terutama yang berbahan nilon.

Hindari menggunakan penyemprot atau pewangi vagina karena justru berisiko menutup sistem sirkulasi menuju vagina sehingga memicu komplikasi serius.

Meski dapat disembuhkan, namun pengidapnya dapat terinfeksi kembali jika berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi parasit yang sama. Jika Anda atau pasangan menderita trikomoniasis, satu-satunya cara agar tidak terjadi penularan adalah berhenti berhubungan seksual sementara waktu hingga sembuh. Pemakaian kondom akan menurunkan resiko tertular.

sumber: http://www.alodokter.com/keputihan-berwarna-hijau-gejala-trikomoniasis

Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Keputihan merupakan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam leher rahim dan dinding vagina. Lendir ini merupakan cara alami tubuh dalam mencegah infeksi serta menjaga kebersihan vagina. Namun, pada kondisi tertentu bahaya keputihan bisa menghantui jika disertai gejala lainnya.

Keputihan pada umumnya tidak berwarna, sekalipun berwarna, keputihan yang tergolong sehat atau umum terjadi bukanlah keputihan yang berbau busuk dan disertai gejala lain, seperti muncul rasa sakit atau gatal di sekitar vagina.

bahaya keputihan jika disertai gejala lain - alodokter

Rangkaian Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Keputihan yang disertai gejala lain dapat menjadi satu pertanda adanya masalah pada daerah kewanitaan Anda. Cek beberapa gejala di bawah ini:

  • Keputihan Encer Akibat Infeksi Jamur di Vagina Seseorang yang mengalami infeksi jamur di bagian vagina akan menimbulkan gejala seperti keluarnya keputihan encer yang tidak berbau tapi berwarna putih dan tebal. Selain keputihan, penderita juga akan mengalami iritasi dan gatal di bagian vulva (jaringan pada bagian pembukaan vagina). Vagina juga akan terasa seperti perih, terutama di saat berhubungan intim atau saat buang air kecil. Infeksi jamur juga bisa menyebabkan pembengkakan vagina, vagina terasa sakit, muncul ruam, dan kemerahaan di bagian vulva. Infeksi jamur ini meski tidak termasuk ke dalam penyakit menular seksual, tapi penderita bisa menularkan jamur melalui kontak genital atau mulut.
  • Keputihan Berwarna Kuning atau Hijau pada Gonore Wanita pengidap gonore biasanya akan mengalami gejala keputihan berwarna kuning atau hijau, memiliki tekstur encer, sakit di perut bagian bawah, sakit atau terasa perih saat buang air kecil, mengalami perdarahan pasca melakukan hubungan intim, dan darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Gonore sendiri disebabkan oleh bakteri yang disebut gonokokus atau Neisseria gonorrhoeae yang dapat menyerang bagian uretra, leher rahim, tenggorokan, mata, atau rektum. Gonore dapat terjadi pada mereka yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi. Baik seks anal, oral, atau menggunakan alat bantu seks yang tidak steril.
  • Bahaya Keputihan Berwarna Abu-abu pada Bakteri Vaginosis Keputihan berwarna abu-abu, hijau atau putih disertai vagina berbau amis dapat menjadi gejala adanya bakteri vaginosis. Selain itu, seseorang yang terkena bakteri vaginosis juga dapat merasakan perih saat buang air kecil, serta vagina yang terasa gatal. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi karena adanya bakteri alami vagina yang tumbuh secara berlebihan. Masih diperlukan penelitian untuk mengetahui penyebabnya, meski begitu, sering menggunakan cairan pembersih organ intim atau melakukan hubungan intim yang tidak amandianggap cukup berisiko meningkatkan bakteri vaginosis.

Selain beberapa hal di atas, keputihan yang disertai gejala lainnya juga dapat terjadi pada kanker serviks dan trichomoniasis.

Jika Anda mengalami keputihan, cobalah untuk memperhatikan gejala lainnya. Meski keputihan merupakan hal wajar terjadi pada wanita, bahaya keputihan dapat mengintai jika disertai gejala lainnya. Segera konsultasikan kepada dokter agar masalah keputihan berbau dan berwarna dapat cepat teratasi.

sumber: http://www.alodokter.com/bahaya-keputihan-jika-disertai-gejala-lain

Kenapa Bisa Terjadi Keputihan Berwarna Coklat?

Keputihan adalah hal yang wajar untuk dialami oleh perempuan pada segala usia, namun berbeda artinya jika keputihan yang terjadi disertai dengan warna tertentu. Keputihan berwarna coklat, baik coklat muda maupun coklat gelap, bisa menjadi pertanda kepada kondisi tubuh tertentu.

Keputihan memegang peranan penting bagi sistem reproduksi wanita sebagai proses pembuangan cairan yang dihasilkan kelenjar di dalam serviks dan vagina. Cairan ini membawa bakteri dan sel mati yang nantinya dapat mencegah infeksi dan membuat vagina tetap bersih.

kenapa bisa terjadi keputihan berwarna coklat - alodokter

Keputihan berwarna coklat biasanya terjadi pada akhir periode menstruasi atau bisa juga terjadi pada masa kehamilan. Jika keputihan Anda tidak hanya berwarna, tapi juga berbau, disertai gatal, atau gejala lainnya, maka bisa jadi itu merupakan tanda-tanda adanya gangguan kesehatan.

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Keputihan bisa disebabkan oleh tanda ovulasi, awal pada masa kehamilan, mendekati menopause, atau sudah memasuki menopause. Keputihan yang terjadi biasanya berwarna coklat muda hingga coklat tua. Keputihan berwarna coklat pekat juga bisa terjadi jika Anda mengalami pendarahan dinding rahim atau endometrium. Biasanya terjadi sebelum menstruasi dimulai atau diujung siklus menstruasi.

Keputihan berwarna coklat tidak hanya terbatas oleh hal-hal normal di atas karena terdapat beberapa penyebab lainnya, seperti:

  • Pendarahan yang disebabkan implantasi janin. Keputihan bisa disebabkan oleh proses penanaman telur yang telah dibuahi pada dinding rahim. Keputihan ini bisa berwarna merah, merah muda, atau coklat muda, dan merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Keputihan yang tergolong normal ini bisa terjadi selama 10-14 hari setelah pembuahan.
  • Atrofi vaginitis. Kondisi ini terjadi karena kerkurangan hormon estrogen. Pada atrofi vaginitis, vagina memgalami peradangan akibat rusaknya jaringan otot dan produksi cairan lubrikasi yang menurun, Jika Anda mengalami atrofi vaginitis, Anda bisa merasakan sakit pada saat melakukan hubungan intim, vagina terasa kering, perih, dan mengeluarkan keputihan berwarna coklat. Selain berwarna coklat, keputihan yang Anda alami juga bisa berwarna kuning dan memiliki bau busuk.
  • Penyakit menular seksual. Keputihan yang berwarna coklat juga bisa menjadi tanda kepada penyakit menular seksual, seperti gonore, kutil kelamin, klamidia, dan trikomoniasis. Perhatikan gejala lain yang menyertai keputihan Anda seperti rasa perih, gatal, bau, dan ruam.
  • Polip rahim. Polip rahim juga bisa menjadi penyebab kemunculan keputihan berwarna coklat. Tidak hanya keputihan, gejala-gejala lain seperti pendarahan setelah melakukan hubungan intim atau darah menstruasi yang keluar cukup banyak juga bisa muncul jika Anda mengalami polip rahim.
  • Penyakit inflamasi panggul. Inflamasi panggul dapat menyebabkan sakit pada bagian perut bawah, rasa sakit saat berhubungan seksual, dan masalah infertilitas. Bagian tuba falopi, serviks, dan/atau lapisan rahim akan mengalami infeksi. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
  • Kanker serviks. Keputihan berwarna coklat tua bisa menjadi tanda adanya penyakit kanker serviks. Perhatikan tanda-tanda lainnya, seperti berat badan yang turun secara drastis, nafsu makan berkurang, kelelahan yang berlebihan, dan sakit pada bagian pinggul dan tungkai.

Perhatikan tanda-tanda lain yang mungkin dirasakan jika Anda mengalami keputihan berwarna coklat terus menerus. Periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gatal, sakit pada bagian vagina, vagina membengkak, keputihan berbau busuk, dan sakit pada saat berhubungan intim.

Cara Mengobati Keputihan Berwarna Coklat                              

Penanganan keputihan berwarna coklat perlu disesuaikan dengan penyebab dasarnya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi keputihan berwarna coklat.

  • Kanker serviks. Jika keputihan yang dialami disebabkan oleh kanker serviks, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah radiasi, kemoterapi, atau operasi.
  • Penyakit menular seksual. Jika Anda mengalami penyakit menular seksual, maka yang bisa dilakukan adalah dengan mengosumsi antibiotik. Konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter Anda.
  • Polip rahim. Ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip rahim. Pilihan pertama adalah dengan memberikan obat hormonal untuk mengurangi gejala dan mengecilkan polip. Pilihan lainnya adalah dengan melakukan prosedur kuret. Dokter akan mengikis polip tersebut dari dinding rahim. Kemudian melakukan pemeriksaan di laboratorium. Selain itu, Anda juga dapat melakukan prosedur histerektomi, yaitu dengan mengangkat semua polip dan kemudian mengirimnya ke laboratorium guna melakukan pemeriksaan. Polip biasanya tidak bersifat kanker. Namun jika ternyata ditemukan kanker, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan selanjutnya.

Jika keputihan Anda disebabkan oleh kehamilan, menstruasi, menopause atau ovulasi, maka Anda tidak bisa mencegah hal tersebut karena sudah terjadi secara alami. Sedangkan beberapa penyebab lainnya, seperti kanker serviks, penyakit menular seksual, polip rahim, atau penyakit inflamasi panggul perlu diatasi.

Masalah daerah kewanitaan bisa membuat para wanita merasa khawatir. seperti keputihan yang disertai bau busuk atau gejala lainnya. Keputihan berwarna coklat sebenarnya adalah hal yang wajar, namun jika Anda merasa terganggu, segera konsultasikan hal ini kepada dokter.

sumber: http://www.alodokter.com/kenapa-bisa-terjadi-keputihan-berwarna-coklat

Penyebab Keputihan Berwarna Kuning

Keputihan merupakan salah satu kondisi yang banyak dikeluhkan oleh wanita. Keputihan yang mengalami perubahan warna perlu diwaspadai. Jika keputihan berwarna kuning, kita perlu mencari tahu penyebabnya.

Cairan vagina yang normal memiliki berwarna jernih, putih ataupun putih kekuningan. Sedangkan teksturnya beragam, mulai dari encer, lengket dan elastis, hingga tampak lebih kental dan rekat.

penyebab keputihan berwarna kuning - alodokter

Kondisi yang Harus Diwaspadai

Keputihan berwarna kuning, tergolong cairan vagina yang tidak normal. Kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Gonore.

Ditandai dengan keputihan berwarna kuning ataupun keruh. Gonore juga dapat disertai perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri panggul dan inkontinensia urine.

  • Trikomoniasis.

Kondisi ini memungkinkan keputihan berwarna kuning, atau berwarna hijau dan berbusa. Biasanya disertai dengan bau tak sedap, serta rasa nyeri dan gatal saat buang air kecil.

  • Bakteri vanginosis.

Kondisi ini memungkinkan keputihan berwarna kuning, atau putih dan abu-abu yang berbau amis. Penderitanya juga kemungkinan merasa gatal, dan perih di area kemaluan. Juga tampak kemerahan dan membengkak di sekitar vulva atau vagina.

  • Infeksi jamur. 

Keputihan dalam kondisi tersebut tampak kuning pucat seperti keju atau berwarna putih, dengan konsistensi lebih padat. Kemungkinan disertai rasa gatal, nyeri dan pembengkakan di sekitar vulva, dan juga rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk mengatasi keputihan berwarna kuning, tergantung dari penyebabnya. Infeksi jamur umumnya diobati dengan obat-obatan antijamur dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan ke dalam vagina. Misalnya, butoconazoleclotrimazolemiconazole  dan terconazole.

Pengobatan keputihan akibat bakterial vaginosis dan trikomoniasis hampir serupa yaitu menggunakan metronidazole atau tinidazole yang dikonsumsi secara oral dan krim clindamycin. Hanya saja bakterial vanginosis memerlukan bentuk krim untuk semua jenis obatnya.

Keputihan berwarna kuning yang disebabkan gonore membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotik. Kemungkinan antibiotik yang akan diberikan adalah ceftriaxone dapat diberikan melalui suntikan intramuskular ataupun cefixime yang dikonsumsi secara oral.

Selalu konsultasikan dengan dokter, sebelum menggunakan obat-obatan untuk mengatasi keputihan berwarna kuning tersebut.

Tips Mencegah Keputihan

Sebenarnya vagina tidak perlu dicuci terlalu dalam, sebab organ tersebut memiliki mekanisme untuk menjaga kebersihannya. Justru, keputihan ataupun luka pada vagina kerap dipicu penggunaan sabun yang berlebihan..

Berikut beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya keputihan :

  • Untuk membersihkan vagina, cukup dibasuh dengan air hangat secara teratur.
  • Jika perlu, cuci dengan sabun yang lembut. Hindari penggunaan sabun dengan tambahan pengharum, produk pencuci khusus vagina, dan produk semprotan khusus wanita.
  • Hindari terlalu banyak paparan dari busa sabun mandi.
  • Keringkan dengan mengelap dari bagian depan ke belakang, guna mencegah berpindahnya bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun.
  • Pilih celana yang tidak ketat.

Penting bagi wanita untuk selalu memperhatikan perubahan pada cairan vagina atau keputihan yang dialaminya, termasuk ketika terjadi perubahan warna, bau dan tekstur. Juga waspadai jika timbul gejala lain sekitar vagina, seperti gatal, bengkak, kemerahan atau bercak, dan perdarahan di luar siklus menstruasi.

Bila keputihan menyebabkan perubahan atau gangguan pada organ intim, segera temui dokter. Hindari penggunaan obat antibiotik tanpa petunjuk penggunaan yang tepat dari dokter untuk pengobatan.

sumber: http://www.alodokter.com/penyebab-keputihan-berwarna-kuning

Apakah Keputihan Saat Hamil Dapat Berbahaya?

Meningkatnya kadar dan frekuensi keputihan umumnya adalah kondisi normal saat hamil. Namun jika keputihan telah berubah warna atau diiringi gejala tertentu, maka kondisi ini dapat menjadi tanda timbulnya infeksi.

Keputihan saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan. Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim  ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina.

Keputihan selama kehamilan-Alodokter

Di masa awal kehamilan, cairan ini memenuhi saluran serviks untuk menciptakan lendir pelindung yang terlihat seperti putih telur. Menjelang persalinan, lendir ini akan menjadi semakin banyak.

Penyakit yang Mungkin Terjadi

Jika keputihan yang dialami saat hamil terlihat normal dengan cairan jernih atau putih dan tanpa bau, maka ini merupakan kondisi yang normal dan sehat.  Namun perubahan hormon dan bentuk tubuh membuat ibu hamil memang lebih cenderung mengalami infeksi vagina. Oleh karenanya terkadang perubahan pada keputihan dapat menjadi tanda terjadinya infeksi, sebagai berikut:

Vaginosis bakterial

Kondisi ini terjadi ketika perubahan hormon mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan pada vagina. Kondisi ini dapat mengakibatkan bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan kurang.  Vaginosis bakterial umumnya disertai dengan gejala:

  • Gatal di sekitar vagina.
  • Keluarnya cairan berwarna abu-abu keputihan.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Terkadang kondisi ini dapat mereda dengan sendirinya. Namun ada kalanya memerlukan pengobatan antibiotik. Jika dibiarkan, infeksi ini dapat menyebar dan menjadi penyakit radang panggul.

Infeksi jamur

Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron juga akan meningkatkan pertumbuhan berlebihan Candida, yaitu jamur yang tumbuh alami pada vagina. Gejalanya sebagai berikut:

  • Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, berbau ataupun tidak.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Vagina atau labia memerah dan bengkak.
  • Nyeri dan gatal pada vagina.
  • Vagina terasa terbakar saat buang air kecil.
  • Penanganan umumnya dilakukan dengan krim atau obat-obatan antijamur.

Group B Strep (GBS)

Bakteri GBS terdapat pada 1 dari empat tubuh banyak wanita sehat. Namun pada beberapa orang, GBS dapat mengakibatkan infeksi serius. Gejala kondisi ini umumnya sama dengan gejala pada pengidap infeksi saluran kencing seperti urine yang berwarna keruh, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan mendadak merasa sangat ingin buang air kecil. Agar infeksi ini tidak tertular ke bayi, dokter akan memberikan antibiotik saat ibu menjalani proses persalinan. Sayangnya, tidak ada langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini .

Trikomoniasis

Parasit ini hidup dalam vagina dan ditularkan melalui hubungan seksual. Gejalanya adalah munculnya cairan berbusa berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk, serta sensasi rasa gatal dan terbakar saat melakukan hubungan seksual. Umumnya dokter akan meresepkan pemberian antibiotik untuk menangani kondisi ini.

Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan dan hindari penggunaan obat-obatan bebas. Waspadai juga jika usia kehamilan Anda belum mencapai 37 minggu tapi terdapat perubahan bentuk dan warna cairan yang keluar dari vagina, misalnya menjadi cair, berdarah, berubah warna menjadi cokelat atau merah muda. Kondisi ini dapat menjadi gejala kelahiran prematur.

Mencegah Infeksi

Agar keputihan saat hamil tidak berubah menjad keputihan tidak normal akibat infeksi, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Segera ganti baju renang atau pakaian olahraga begitu selesai berolahraga.
  • Tidur tanpa celana dalam dapat mengurangi risiko infeksi.
  • Kenakan celana dalam dari bahan katun yang dapat mengurangi kelembapan dan mencegah tumbuhnya bakteri.
  • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
  • Konsumsi cukup air mineral untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari tubuh.
  • Buang air kecil secara teratur.
  • Konsumsi karbohidrat kompleks dan biji-bijian utuh untuk mencegah terbentuknya lingkungan yang mendukung bakteri untuk berkembang.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Hindari penggunaan pembalut, tisu, dan sabun beraroma kuat untuk merawat kebersihan vagina.
  • Hindari mengenakan celana ketat, terutama yang berbahan nilon.
  • Hindari menggunakan penyemprot atau pewangi vagina karena justru berisiko menutup sistem sirkulasi menuju vagina sehingga memicu komplikasi serius.

Jika memang keputihan saat hamil bersifat normal, yaitu berwarna putih atau jernih serta tidak berbau, maka tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Namun untuk menanganinya, sehari-sehari Anda dapat menggunakan pantyliner demi kenyamanan.

sumber: http://www.alodokter.com/apakah-keputihan-saat-hamil-dapat-berbahaya